aku masih tetap memandangi garis wajahmu
tak terasa sudah satu tahun kita berpisah
aku tak pernah menyangka..
bahwa perselingkuhanku waktu itu berdampak luar biasa.
dalam hidupku dan juga batinku.
aku memang mendapatkan yang aku inginkan saat itu
tapi aku tak bisa kembali mendaptkan kamu
sekarang kamu ada didepanku
aku bisa berbicara denganmu, melihat senyummu
dan mendengar canda tawamu.
tapi aku tak bisa memilikimu seutuhnya
andai saja waktu itu aku tidak melakukan tindakan hina itu
andai saja setan penghasut enyah dari pikiranku saat itu.
tapi,
semua sudah terlambat..
sudah sangat terlambat untuk hubungan kita
aku menyesal telah menyiakan kamu
kamu yang tulus dan mau mencintai aku karena aku menjadi aku didalam aku
tapi,
itu semua sudah terlambat sekarang
walau kau ada dihadapanku,
tetapi ada tembok besar sekali diantara kita.
lebih lebar dan luas daripada tembok cina ataupun tembok dibrazil.
lebih berliku dibandingkan usus 12 jari
dan,,
dinding itu adalah '
*ditulis sendiri oleh saya, dan ditujukkan kepada saya*
"buat kamu yang disana, aku tidak pernah menyesali perselingkuhan yang kamu jalani saat itu. Aku tidak marah ataupun benci sama kamu.
Mungkin, saat itu aku hanya sedih dan kecewa terhadap kamu. Entah apa yang sudah aku lakukan atau belum aku lakukan sampai-sampai kamu bisa seperti itu. aku menjadi tahu satu hal ; kamu tidak pernah serius sama aku.
Dan kini, aku cuma mau bilang sama kamu : aku bisa memaafkan semua yang terjadi diantara kita waktu itu, tapi aku tidak akan pernah kembali kepada orang yang telah meninggalkanku."
0 komentar:
Posting Komentar