sekali lagi aku menenggak minuman coklat yg telah aku buat.
bersandar ditengah dinginnya hujan yg membasahi ibukota, dan sekali lagi aku berpikir ulang, tentang "apakah" atau lebih tepatnya "siapa" aku dimata kamu, aku pernah sekali tenggelam dalam lamunan matamu, kau menjurus kepadaku seakan hendak berbicara padaku.
Tapi apa yg ku dapat? hanya bayang punggungmu yg nampak. terasa gejolak dalam diriku akan dirimu. Tapi bahkan, untuk menunjukkannya saja kau merasa tidak mampu.
Apalah aku ini?
seteguk... dua teguk..
Aku mulai berpikir untuk melupakanmu saja. Aku rasa aku tidak bisa menyimpan rasa ini selamanya.
Sedangkan disana, kamu mengenalku saja tidak. Untuk sekedar tahu namaku atau ingat wajahku saja kamu tidak. Lalu apa lagi yg harus aku harapkan darimu?
Jumat, 13 Februari 2015
Minggu, 04 Mei 2014
Lirikkanmu.
Aku sadar aku hanya bisa melihat kamu dari kejauhan.
Kamu terlihat dekat tapi ternyata jauh. Tidak asing bagiku tapi kau tak mengenalku.
Kita memang satu iman kepercayaan, tapi kita bukanlah satu. Gereja hanya media utk mempetemukan kita, tidak! aku yg bertemu denganmu, memandangmu, tanpa bisa kau sadar diriku ada di sekitarmu.
Aku selalu berharap kamu dapat melihatku, dan minggu lalu keinginanku itu tercapai. KAMU MELIRIKKU. walau hanya 2 detik. 2 detik dalam hidupmu kamu habiskan utk melirikku. Berlebihan?
Aku rasa tidak :p aku sudah terlanjur menyukaimu, bahkan merencanakan bagaimana kita kelak, apa yg harus kita lakukan, bagaimana kencan2 yg akan kita jalani. HANYA KITA!
Apapun yg terjadi kedepannya, aku sudah cukup bahagia bisa melihat sosokmu yg selalu aku rindukan dimasa sekarang ini. Melihatmu, menunggu kamu utk curi-curi pandang kepadaku, atau hanya berada dalam satu atap yg sama denganmu.
Andai kamu tau, cinta itu emang buta, buta dalam melihat dan buta dalam berpikir. Aku tidak habis pikir mengapa aku begitu menggilaimu, berharap kamu akan datang padaku dan berkata : "hei, boleh kita kenalan." atau hanya bilang "hai."
It's enough to me. Aku sudah cukup bahagia dengan ini semua, saat kamu bisa melirikku tanpa senyuman atau ketika aku bisa duduk di 1 bangku setelahmu. Takdir Tuhan siapa yg tahu ?? :)
Kamu terlihat dekat tapi ternyata jauh. Tidak asing bagiku tapi kau tak mengenalku.
Kita memang satu iman kepercayaan, tapi kita bukanlah satu. Gereja hanya media utk mempetemukan kita, tidak! aku yg bertemu denganmu, memandangmu, tanpa bisa kau sadar diriku ada di sekitarmu.
Aku selalu berharap kamu dapat melihatku, dan minggu lalu keinginanku itu tercapai. KAMU MELIRIKKU. walau hanya 2 detik. 2 detik dalam hidupmu kamu habiskan utk melirikku. Berlebihan?
Aku rasa tidak :p aku sudah terlanjur menyukaimu, bahkan merencanakan bagaimana kita kelak, apa yg harus kita lakukan, bagaimana kencan2 yg akan kita jalani. HANYA KITA!
Apapun yg terjadi kedepannya, aku sudah cukup bahagia bisa melihat sosokmu yg selalu aku rindukan dimasa sekarang ini. Melihatmu, menunggu kamu utk curi-curi pandang kepadaku, atau hanya berada dalam satu atap yg sama denganmu.
Andai kamu tau, cinta itu emang buta, buta dalam melihat dan buta dalam berpikir. Aku tidak habis pikir mengapa aku begitu menggilaimu, berharap kamu akan datang padaku dan berkata : "hei, boleh kita kenalan." atau hanya bilang "hai."
It's enough to me. Aku sudah cukup bahagia dengan ini semua, saat kamu bisa melirikku tanpa senyuman atau ketika aku bisa duduk di 1 bangku setelahmu. Takdir Tuhan siapa yg tahu ?? :)
Sabtu, 19 April 2014
Carry you
I can carry you with me.
Tahun ini sepertinya keberuntungan sedang berpihak padaku. Mengapa demikian?
Bagaimana bisa aku dapat duduk di tempat yg sama denganmu?
Menikmati hangatnya matahari yg lama kelamaan menyengat tubuh. Merasakan hangat hembusan nafas kamu di setiap detiknya.
Sudah lama aku tidak melihatmu, tidak melihat mata segarismu dan alismu yg tebal, aku kangen kamu tau! Kangen ngeliat muka sok cool kamu yg emang cool hihi
Minggu palma kemarin, yang jatuh pada tanggal 12 April, aku dapat mengikuti misa berdekatan dengan kamu. Betapa beruntungnya aku? iya! beruntung sekali.
Aku dapat melihatmu dari dekat, dapat menikmati hembusan angin bersama kamu dan dapat memandangmu secara diam-diam. Kamu sadar? ah aku tidak tahu.
Tahun ini sepertinya keberuntungan sedang berpihak padaku. Mengapa demikian?
Bagaimana bisa aku dapat duduk di tempat yg sama denganmu?
Menikmati hangatnya matahari yg lama kelamaan menyengat tubuh. Merasakan hangat hembusan nafas kamu di setiap detiknya.
Sudah lama aku tidak melihatmu, tidak melihat mata segarismu dan alismu yg tebal, aku kangen kamu tau! Kangen ngeliat muka sok cool kamu yg emang cool hihi
Minggu palma kemarin, yang jatuh pada tanggal 12 April, aku dapat mengikuti misa berdekatan dengan kamu. Betapa beruntungnya aku? iya! beruntung sekali.
Aku dapat melihatmu dari dekat, dapat menikmati hembusan angin bersama kamu dan dapat memandangmu secara diam-diam. Kamu sadar? ah aku tidak tahu.
Selasa, 18 Maret 2014
I saw
Aku melihatmu dalam balutan baju merah itu. Terasa berhenti aliran darahku, membeku dan menghentikan aliran O2 ke seluruh bagian tubuhku. Jantungku mulai berdetak dengan cepat saat aku melihatmu. Bibirku mulai memantulkan senyuman dan mataku mulai berkaca-kaca berharap kamu akan menoleh ke arahku dan menghampiriku dalam perayaan Rabu Abu malam itu.
Tersusun beribu cara di benakku untuk memulai percakapan di antara kita. Namun ego-ku terlalu tinggi untuk mewujudkan semua yg telah tersusun di dalam pikiranku saat itu.
Aku sadar, bagaimanapun aku sering berpikir tentang kamu, kamu gaakan dengan mudah jadi kepunyaan aku. Tapi ga nutup kemungkinan kan kalau aku kenal sama kamu (?)
Tersusun beribu cara di benakku untuk memulai percakapan di antara kita. Namun ego-ku terlalu tinggi untuk mewujudkan semua yg telah tersusun di dalam pikiranku saat itu.
Aku sadar, bagaimanapun aku sering berpikir tentang kamu, kamu gaakan dengan mudah jadi kepunyaan aku. Tapi ga nutup kemungkinan kan kalau aku kenal sama kamu (?)
Rabu, 26 Februari 2014
HUJAN
debur angin memecah terawanganku menuju masa depan.
Saat kau berlari dan menghilang dari hadapanku, saat semua langit menjadi kelam, malam adalah teman terbaikku. Saat aku dapat memikirkan kamu dan termenung dalam kesendirianku.
Kamu terlihat jelas dalam pandanganku, mencoba mencari celah terbaik yg aku miliki.
Gelak tawamu menyadarkanku, bahwa aku berada jauh dibalik punggungmu, tanpa kau melihat, aku telah dapat melihatmu.
Malam ini aku mengucap bahagia karena kamu telah dipilihkan Allah untuk aku cintai, walau aku harus memilikimu dalam sendiri, bayangmu sudah cukup menemani ekor mataku yg haus akan sosokmu itu. Yang selalu dapat membuat bibirku yg lumayan tebal ini merekah menipis bahagia.
Kali ini hujan datang tanpa ampun, menari-nari dan akhirnya jatuh ke tanah. Aku coba menengadah berharap tahu darimana mereka berasal. Tapi percuma, itu adlah tindakan yg sia-sia.
Sama seperti kamu, aku mencoba mencari-cari darimana asal senyum bahagia ini, tapi aku tidak dapat menemukan sosokmu. Masa depan terlalu gelap saat aku menerawang menuju kamu, karena kamu. Kamu. Kamulah alasanku untuk tetap menengadah dan mulai berlutut berdoa, berharap kamu akan berhenti menari dan menghampiriku, berlutut bersamaku.
Telah banyak hujan yg telah kamu lewatkan. Aku pikir, kamu adalah hujanku. Saat aku mendung, kamu mulai membuat aku semakin mendung dan akhirnya tak dapat menahan mendung itu lagi.
Harus ku akui, terlalu sulit untukku mencari bayangmu di antara jutaan rintik hujan itu.
Karena kamu adalah hujanku.
Saat kau berlari dan menghilang dari hadapanku, saat semua langit menjadi kelam, malam adalah teman terbaikku. Saat aku dapat memikirkan kamu dan termenung dalam kesendirianku.
Kamu terlihat jelas dalam pandanganku, mencoba mencari celah terbaik yg aku miliki.
Gelak tawamu menyadarkanku, bahwa aku berada jauh dibalik punggungmu, tanpa kau melihat, aku telah dapat melihatmu.
Malam ini aku mengucap bahagia karena kamu telah dipilihkan Allah untuk aku cintai, walau aku harus memilikimu dalam sendiri, bayangmu sudah cukup menemani ekor mataku yg haus akan sosokmu itu. Yang selalu dapat membuat bibirku yg lumayan tebal ini merekah menipis bahagia.
Kali ini hujan datang tanpa ampun, menari-nari dan akhirnya jatuh ke tanah. Aku coba menengadah berharap tahu darimana mereka berasal. Tapi percuma, itu adlah tindakan yg sia-sia.
Sama seperti kamu, aku mencoba mencari-cari darimana asal senyum bahagia ini, tapi aku tidak dapat menemukan sosokmu. Masa depan terlalu gelap saat aku menerawang menuju kamu, karena kamu. Kamu. Kamulah alasanku untuk tetap menengadah dan mulai berlutut berdoa, berharap kamu akan berhenti menari dan menghampiriku, berlutut bersamaku.
Telah banyak hujan yg telah kamu lewatkan. Aku pikir, kamu adalah hujanku. Saat aku mendung, kamu mulai membuat aku semakin mendung dan akhirnya tak dapat menahan mendung itu lagi.
Harus ku akui, terlalu sulit untukku mencari bayangmu di antara jutaan rintik hujan itu.
Karena kamu adalah hujanku.
Selasa, 21 Januari 2014
Ey. Ar. Di. Way.
Di dalam malam yg dingin aku terpaku bersama rintik air yg jatuh ke bumi.
Mereka mengalami masa sulit sebelumnya, dimana tidak ada yg tahu kemana mereka akan jatuh, atau bagaimana mereka akhirnya di kenang ketika telah jatuh.
Aku mencoba utk lebih mencintai diriku sendiri, setelah mencintai kamu tentunya.
Mencoba utk tetap dapat menjalani malam tanpa keheningan yg namamu ciptakan.
Aku yakin, waktu akan mempertemukan dan menyatukan kita. Aku hanya perlu menunggu untuk kebahagiaanku yg satu ini.
Dengan memandangmu saja aku sudah merasa bahagia, walau sebentar dan sederhana.
Kamu adl semua yg aku impikan, tetapi (mungkin) tidak dapat ku dapatkan.
Terimakasih sekali kamu sudah menjadi pengisi fikiranku yg kosong hampir setiap malam sebelum aku tertidur.
Aku tidak pernah menyadari, iseng2ku bisa jadi sebuah rasa yg dalam seperti ini, dan tentunya tidak terbalas :)
With you, it's different.
You are my whole world and you will be my destiny.
Mereka mengalami masa sulit sebelumnya, dimana tidak ada yg tahu kemana mereka akan jatuh, atau bagaimana mereka akhirnya di kenang ketika telah jatuh.
Aku mencoba utk lebih mencintai diriku sendiri, setelah mencintai kamu tentunya.
Mencoba utk tetap dapat menjalani malam tanpa keheningan yg namamu ciptakan.
Aku yakin, waktu akan mempertemukan dan menyatukan kita. Aku hanya perlu menunggu untuk kebahagiaanku yg satu ini.
Dengan memandangmu saja aku sudah merasa bahagia, walau sebentar dan sederhana.
Kamu adl semua yg aku impikan, tetapi (mungkin) tidak dapat ku dapatkan.
Terimakasih sekali kamu sudah menjadi pengisi fikiranku yg kosong hampir setiap malam sebelum aku tertidur.
Aku tidak pernah menyadari, iseng2ku bisa jadi sebuah rasa yg dalam seperti ini, dan tentunya tidak terbalas :)
With you, it's different.
You are my whole world and you will be my destiny.
Categories
cinta sendiri
Minggu, 19 Januari 2014
Try to get You
Ketika malam datang menyambutku dalam keheningan, aku terus berpikir apakah aku pantas untuk kamu yg di sana?
Aku hanya seorang manusia yg merindukan bulan, yg mencoba untuk menjamah dan mulai berpikir bahwa aku dapat lebih dekat denganmu.
Sesuatu yg selalu di impikan seorang wanita, ketika dapat melihat pria-nya bahagia bersamanya. Tapi cukup bagiku melihatmu dari kejauhan dan menatapmu dari belakang. Aku tahu kalau kamu menyadari setiap apa yg aku lakukan. Tapi memang kamu tidak pernah berniat untuk membalas pandanganku.
Aku hanyalah butiran hujan, yg berharap dapat bertemu dengan bulan.
Kita memang sama-sama di ciptakan. Tapi tidak selamanya yg sama-sama di ciptakan memang untuk bersama.
Dan malam akan menunjukkan betapa kerasnya hidup wanita. Hanya bisa menunggu dan melihat dari kejauhan, tanpa dapat menyapa duluan.
Selama ini, kita bertemu, aku selalu merasa dekat denganmu. Bisa satu atap denganmu dan dapat memandangmu secara langsung. Tapi semua menjadi hambar, lama kelamaan kamu terasa seperti jauh sekali. Saking terlalu jauhnya, aku tidak bisa menggapaimu, menyentuhmu, atau hanya sekedar menyapamu, menanyakan kabarmu.
Kamu selalu berhasil menciptakan waktu-waktu terbaikku. Dimana aku dapat tersenyum ketika mengenang apa yg telah terjadi, walau hanya sebatas memandangmu dari jauh dan menatapmu dari bagian belakang tubuhmu.
Aku berhasil melihat ke dalam diriku sendiri. Dan perlahan mulai menyadari, kita dekat. Tapi selalu terasa jauh ketika kamu berada di dekatku, karena mengenalku-pun kamu tidak.
Terimakasih atas semua euphoria yg selama ini kamu berikan. It's enough to me, to make me happy and make me proud of having your shadow :)
Aku hanya seorang manusia yg merindukan bulan, yg mencoba untuk menjamah dan mulai berpikir bahwa aku dapat lebih dekat denganmu.
Sesuatu yg selalu di impikan seorang wanita, ketika dapat melihat pria-nya bahagia bersamanya. Tapi cukup bagiku melihatmu dari kejauhan dan menatapmu dari belakang. Aku tahu kalau kamu menyadari setiap apa yg aku lakukan. Tapi memang kamu tidak pernah berniat untuk membalas pandanganku.
Aku hanyalah butiran hujan, yg berharap dapat bertemu dengan bulan.
Kita memang sama-sama di ciptakan. Tapi tidak selamanya yg sama-sama di ciptakan memang untuk bersama.
Dan malam akan menunjukkan betapa kerasnya hidup wanita. Hanya bisa menunggu dan melihat dari kejauhan, tanpa dapat menyapa duluan.
Selama ini, kita bertemu, aku selalu merasa dekat denganmu. Bisa satu atap denganmu dan dapat memandangmu secara langsung. Tapi semua menjadi hambar, lama kelamaan kamu terasa seperti jauh sekali. Saking terlalu jauhnya, aku tidak bisa menggapaimu, menyentuhmu, atau hanya sekedar menyapamu, menanyakan kabarmu.
Kamu selalu berhasil menciptakan waktu-waktu terbaikku. Dimana aku dapat tersenyum ketika mengenang apa yg telah terjadi, walau hanya sebatas memandangmu dari jauh dan menatapmu dari bagian belakang tubuhmu.
Aku berhasil melihat ke dalam diriku sendiri. Dan perlahan mulai menyadari, kita dekat. Tapi selalu terasa jauh ketika kamu berada di dekatku, karena mengenalku-pun kamu tidak.
Terimakasih atas semua euphoria yg selama ini kamu berikan. It's enough to me, to make me happy and make me proud of having your shadow :)
Categories
cinta sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)