Ketika malam datang menyambutku dalam keheningan, aku terus berpikir apakah aku pantas untuk kamu yg di sana?
Aku hanya seorang manusia yg merindukan bulan, yg mencoba untuk menjamah dan mulai berpikir bahwa aku dapat lebih dekat denganmu.
Sesuatu yg selalu di impikan seorang wanita, ketika dapat melihat pria-nya bahagia bersamanya. Tapi cukup bagiku melihatmu dari kejauhan dan menatapmu dari belakang. Aku tahu kalau kamu menyadari setiap apa yg aku lakukan. Tapi memang kamu tidak pernah berniat untuk membalas pandanganku.
Aku hanyalah butiran hujan, yg berharap dapat bertemu dengan bulan.
Kita memang sama-sama di ciptakan. Tapi tidak selamanya yg sama-sama di ciptakan memang untuk bersama.
Dan malam akan menunjukkan betapa kerasnya hidup wanita. Hanya bisa menunggu dan melihat dari kejauhan, tanpa dapat menyapa duluan.
Selama ini, kita bertemu, aku selalu merasa dekat denganmu. Bisa satu atap denganmu dan dapat memandangmu secara langsung. Tapi semua menjadi hambar, lama kelamaan kamu terasa seperti jauh sekali. Saking terlalu jauhnya, aku tidak bisa menggapaimu, menyentuhmu, atau hanya sekedar menyapamu, menanyakan kabarmu.
Kamu selalu berhasil menciptakan waktu-waktu terbaikku. Dimana aku dapat tersenyum ketika mengenang apa yg telah terjadi, walau hanya sebatas memandangmu dari jauh dan menatapmu dari bagian belakang tubuhmu.
Aku berhasil melihat ke dalam diriku sendiri. Dan perlahan mulai menyadari, kita dekat. Tapi selalu terasa jauh ketika kamu berada di dekatku, karena mengenalku-pun kamu tidak.
Terimakasih atas semua euphoria yg selama ini kamu berikan. It's enough to me, to make me happy and make me proud of having your shadow :)
Minggu, 19 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar