Rabu, 26 Februari 2014

HUJAN

Diposting oleh Mistyyy di 23.16
debur angin memecah terawanganku menuju masa depan.
Saat kau berlari dan menghilang dari hadapanku, saat semua langit menjadi kelam, malam adalah teman terbaikku. Saat aku dapat memikirkan kamu dan termenung dalam kesendirianku.

Kamu terlihat jelas dalam pandanganku, mencoba mencari celah terbaik yg aku miliki.
Gelak tawamu menyadarkanku, bahwa aku berada jauh dibalik punggungmu, tanpa kau melihat, aku telah dapat melihatmu.

Malam ini aku mengucap bahagia karena kamu telah dipilihkan Allah untuk aku cintai, walau aku harus memilikimu dalam sendiri, bayangmu sudah cukup menemani ekor mataku yg haus akan sosokmu itu. Yang selalu dapat membuat bibirku yg lumayan tebal ini merekah menipis bahagia.

Kali ini hujan datang tanpa ampun, menari-nari dan akhirnya jatuh ke tanah. Aku coba menengadah berharap tahu darimana mereka berasal. Tapi percuma, itu adlah tindakan yg sia-sia.
Sama seperti kamu, aku mencoba mencari-cari darimana asal senyum bahagia ini, tapi aku tidak dapat menemukan sosokmu. Masa depan terlalu gelap saat aku menerawang menuju kamu, karena kamu. Kamu. Kamulah alasanku untuk tetap menengadah dan mulai berlutut berdoa, berharap kamu akan berhenti menari dan menghampiriku, berlutut bersamaku.

Telah banyak hujan yg telah kamu lewatkan. Aku pikir, kamu adalah hujanku. Saat aku mendung, kamu mulai membuat aku semakin mendung dan akhirnya tak dapat menahan mendung itu lagi.

Harus ku akui, terlalu sulit untukku mencari bayangmu di antara jutaan rintik hujan itu.
Karena kamu adalah hujanku.

0 komentar:

Posting Komentar

 

I J U S T Love u Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea

Top