ini adalah sebuah kisah yang menyedihkan dariku. Dari hidupku. Dari kesendirianku.
Menaruh hati dalam diam kepada seseorang lelaki taat yang selalu membuat hariku penuh warna dan menjadi indah.
Sayangnya,
ya sangat sayang sekali!
ia tidak mengenalku.
dan akupun tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan rasa itu.
Aku selalu merasa cukup atas apa yang telah aku lakukan.
"melihatnya dari jauh dan mendoakannya dalam diam untuk beberapa saat."
Setiap malam dalam 2,5 tahun, bukanlah waktu yang sesaat.
Itu adalah waktu yang lama.
Tapi tidak!!!
itu tidak akan menjadi waktu yang lama,
selagi masih ada waktu untukku selalu memikirkan dan mendoakan yg terbaik untuknya.
Mungkin 2,5 tahun dan mungkin berapa tahun pun itu,
adalah sebuah waktu yang tepat bagi-Nya untuk mempersatukan diriku ini dengan laki-laki itu, yang aku cintai dalam diam.
Aku masih menyimpan rasaku ini dalam diam, selama waktu yang aku bisa.
Dan pada tahun ke 2, aku mulai agak sering melihatnya (dari belakang dan kejauhan tentunya.)
Aku melihatnya semakin dewasa. Ia telah menyelesaikan pendidikannya di bangku SMA, ia kuliah.
Sedangkan aku masih sangat sangat takut melihatnya.
Namun, aku selalu mendoakannya setiap malam, berharap suatu hari nanti akulah orang yang akan digandengnya di pelaminan dan ia bisa menjadi imamku.
Ketaatannya pada agama sungguh membuatku semakin tertarik padanya, semakin jatuh ke dalam pesonanya.
Dan satu lagi, aku berharap ia belum memiliki pasangan dengan wanita mananpun.
Kini sudah tahun ke 2 hampir ke 3 aku mengagumi sekaligus menyayanginya dalam diam.
Tak pernah ada tegur sapa anatara kami.
Aku yakin, pasti Dia telah merencanakan sesuatu yang indah antara aku dan laki-laki itu dilain waktu.
Dan mungkin sekarang belum tiba waktunya.
Aku selalu percaya, bahwa Ia akan memberikan laki-laki itu hanya untukku.
Yang terpenting, janganlah putus untuk berharap dan berdoa.
Sabtu, 23 Maret 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar